Reset BIOS adalah salah satu langkah yang dapat dilakukan ketika komputer mengalami masalah, seperti gagal masuk Windows, pengaturan BIOS berubah secara tidak sengaja, atau komputer tidak bisa melakukan booting dengan normal.
Motherboard yang menggunakan prosesor Intel dari berbagai merek seperti ASUS, Gigabyte, MSI, dan ASRock pada dasarnya memiliki cara reset BIOS yang hampir sama. Perbedaannya biasanya hanya terletak pada nama menu, lokasi jumper, atau tombol Clear CMOS.
Apa Itu Reset BIOS?
BIOS atau Basic Input/Output System adalah firmware pada motherboard yang bertugas mengatur proses awal ketika komputer dinyalakan. BIOS akan memeriksa perangkat keras seperti prosesor, RAM, SSD, hard disk, keyboard, dan perangkat lainnya sebelum sistem operasi berjalan.
Reset BIOS akan mengembalikan pengaturan BIOS ke konfigurasi bawaan atau default settings.
Beberapa pengaturan yang dapat kembali ke kondisi awal antara lain :
- Urutan booting atau Boot Priority.
- Pengaturan RAM.
- Konfigurasi prosesor.
- Pengaturan tanggal dan waktu.
- Mode SATA.
- Pengaturan Secure Boot.
- Pengaturan overclock.
- Konfigurasi perangkat tertentu.
Reset BIOS tidak menghapus file pribadi, aplikasi, atau sistem operasi Windows yang tersimpan di SSD maupun hard disk. Namun, beberapa pengaturan BIOS mungkin perlu dikonfigurasi kembali setelah proses reset selesai.
Kapan BIOS Perlu Direset?
Reset BIOS dapat dicoba ketika komputer mengalami beberapa masalah berikut :
- Komputer tidak bisa melakukan booting.
- Layar komputer menampilkan pesan error setelah mengubah pengaturan BIOS.
- Salah mengatur konfigurasi BIOS.
- Komputer gagal menyala setelah melakukan overclock.
- RAM atau perangkat keras tidak terdeteksi dengan benar.
- Lupa pengaturan BIOS sebelumnya.
- Komputer mengalami masalah setelah mengganti komponen tertentu.
Untuk masalah ringan, sebaiknya coba mengembalikan pengaturan BIOS melalui menu Load Optimized Defaults, Load Setup Defaults, atau Restore Defaults terlebih dahulu.
Cara Reset BIOS Melalui Menu BIOS
Ini merupakan cara yang paling mudah dan aman untuk pemula karena Anda tidak perlu membongkar komputer.
1. Nyalakan Atau Restart Komputer
Nyalakan komputer seperti biasa. Jika komputer sudah menyala, lakukan restart.
Saat komputer mulai menyala, tekan tombol untuk masuk ke BIOS. Tombol yang digunakan dapat berbeda tergantung motherboard.
Beberapa tombol yang umum digunakan adalah :
- Delete
- F2
- F10
- F12
- Esc
Pada banyak motherboard desktop, tombol Delete atau Del sering digunakan untuk masuk ke BIOS.
2. Cari Menu Load Default
Setelah berhasil masuk ke BIOS, cari menu dengan nama yang mirip dengan salah satu pilihan berikut :
- Load Optimized Defaults
- Load Setup Defaults
- Restore Defaults
- Load Default Settings
- Reset to Default
3. Pilih Pengaturan Default
Pilih opsi untuk mengembalikan BIOS ke pengaturan bawaan.
Biasanya akan muncul jendela konfirmasi seperti :
Load default settings?
Pilih Yes, OK, atau Confirm.
4. Simpan Pengaturan
Setelah pengaturan berhasil dikembalikan ke default, pilih menu :
Save & Exit.
Pada banyak motherboard, Anda juga dapat menekan tombol F10 untuk menyimpan perubahan dan keluar dari BIOS.
Komputer kemudian akan melakukan restart secara otomatis.
Cara Reset BIOS Dengan Clear CMOS
Jika komputer tidak bisa masuk ke BIOS atau mengalami masalah booting, Anda dapat melakukan reset BIOS menggunakan metode Clear CMOS.
CMOS adalah bagian yang menyimpan konfigurasi BIOS. Dengan melakukan Clear CMOS, pengaturan BIOS dapat dikembalikan ke kondisi default.
Sebelum melakukannya, pastikan komputer benar-benar dimatikan dan sumber listrik sudah dilepaskan.
Langkah-Langkah Reset BIOS Dengan Clear CMOS
- Matikan komputer.
- Cabut kabel listrik dari stop kontak.
- Tekan tombol power selama beberapa detik untuk membantu menghilangkan sisa daya listrik.
- Buka casing komputer.
- Cari jumper bertuliskan CLR_CMOS, CLEAR CMOS, CLRTC, atau JBAT1.
- Ikuti petunjuk yang terdapat pada motherboard atau buku manual.
- Setelah proses selesai, pasang kembali jumper ke posisi semula.
- Tutup casing dan sambungkan kembali kabel listrik.
- Nyalakan komputer.
Penting : Jangan memindahkan jumper CMOS secara sembarangan. Periksa tulisan pada motherboard atau buku manual untuk mengetahui posisi jumper yang benar.
Cara Reset BIOS Dengan Melepas Baterai CMOS
Cara lain yang cukup populer adalah dengan melepas baterai CMOS. Baterai CMOS biasanya berbentuk bulat dan pipih seperti baterai jam. Tipe yang umum digunakan adalah CR2032.
Langkah-Langkahnya
- Matikan komputer sepenuhnya.
- Cabut kabel listrik dari komputer.
- Tekan tombol power sekitar 10–15 detik.
- Buka casing komputer.
- Cari baterai CMOS pada motherboard.
- Lepaskan baterai secara perlahan.
- Tunggu beberapa menit.
- Pasang kembali baterai pada posisi yang benar.
- Tutup casing komputer.
- Sambungkan kembali kabel listrik.
- Nyalakan komputer.
Setelah komputer hidup, Anda mungkin melihat pesan bahwa pengaturan BIOS telah kembali ke default. Tanggal dan waktu juga mungkin perlu diatur kembali.
Cara Reset BIOS Menggunakan Tombol Clear CMOS
Beberapa motherboard modern, terutama motherboard kelas menengah dan tinggi, sudah memiliki tombol khusus Clear CMOS.
Tombol ini dapat berada di beberapa lokasi, seperti :
- Bagian belakang motherboard dekat port USB.
- Bagian dalam motherboard.
- Dekat tombol power dan reset.
Cara penggunaannya biasanya sebagai berikut :
- Matikan komputer.
- Cabut sumber listrik.
- Tekan tombol Clear CMOS sesuai petunjuk motherboard.
- Tunggu beberapa saat.
- Sambungkan kembali kabel listrik.
- Nyalakan komputer.
Pastikan membaca buku manual motherboard karena prosedur penggunaan tombol Clear CMOS dapat berbeda pada setiap merek dan model.
Apa Yang Harus Dilakukan Setelah Reset BIOS?
Setelah reset BIOS berhasil, komputer biasanya dapat langsung digunakan. Namun, beberapa pengaturan mungkin perlu diperiksa kembali.
Atur Tanggal dan Waktu
Periksa apakah tanggal dan waktu sudah benar. Jika belum, atur kembali melalui BIOS atau Windows.
Periksa Boot Priority
Pastikan SSD atau hard disk yang berisi sistem operasi berada pada urutan boot yang benar.
Jika komputer menggunakan Windows yang terinstal pada SSD, pastikan SSD tersebut terdeteksi oleh BIOS.
Periksa Mode Boot
Komputer modern biasanya menggunakan mode UEFI. Jika sebelumnya Anda menggunakan pengaturan khusus, periksa kembali apakah mode boot sudah sesuai.
Kesalahan pengaturan antara UEFI dan Legacy dapat menyebabkan Windows gagal melakukan booting.
Aktifkan Kembali XMP Jika Diperlukan
Jika sebelumnya RAM menggunakan profil XMP untuk menjalankan kecepatan tertentu, pengaturan tersebut mungkin kembali ke kondisi default setelah reset BIOS.
Anda dapat mengaktifkannya kembali jika memang diperlukan dan perangkat keras mendukung. Namun, bagi pemula, sebaiknya gunakan pengaturan default terlebih dahulu untuk memastikan komputer berjalan dengan stabil.
Perbedaan Reset BIOS Dan Update BIOS
Reset BIOS dan update BIOS adalah dua hal yang berbeda.
Reset BIOS hanya mengembalikan pengaturan BIOS ke kondisi default.
Sedangkan update BIOS berarti memperbarui firmware BIOS ke versi yang lebih baru.
Jika komputer mengalami masalah akibat salah konfigurasi, Anda biasanya tidak perlu melakukan update BIOS. Cukup lakukan reset BIOS terlebih dahulu.
Update BIOS sebaiknya dilakukan jika memang diperlukan, misalnya untuk mendukung prosesor baru, memperbaiki masalah kompatibilitas, atau mendapatkan perbaikan firmware tertentu.
Tips Aman Sebelum Reset BIOS
- Matikan komputer sebelum membuka casing.
- Cabut kabel listrik dari komputer.
- Hindari menyentuh komponen elektronik secara sembarangan.
- Jangan memindahkan jumper tanpa mengetahui posisi yang benar.
- Perhatikan posisi baterai CMOS sebelum melepasnya.
- Gunakan buku manual motherboard sebagai panduan.
- Setelah reset, periksa kembali pengaturan boot.
- Jangan langsung mengubah banyak pengaturan BIOS jika belum memahami fungsinya.
Kesimpulan
Cara reset BIOS motherboard Intel sebenarnya cukup mudah dilakukan, bahkan oleh pemula. Metode paling aman adalah melalui menu BIOS menggunakan opsi Load Optimized Defaults atau Load Setup Defaults.
Jika komputer tidak dapat masuk ke BIOS, Anda dapat mencoba metode Clear CMOS, melepas baterai CMOS, atau menggunakan tombol Clear CMOS jika motherboard menyediakannya.
Setelah proses reset selesai, periksa kembali tanggal, waktu, urutan boot, dan mode UEFI. Dengan melakukan reset BIOS secara benar, berbagai masalah akibat kesalahan konfigurasi dapat diatasi tanpa harus melakukan instal ulang Windows.

Tinggalkan Balasan